Apa Itu TOEFL?

TOEFL merupakan tes yang kecakapan bahasa Inggris bagi penduduk di negara yang tidak berbahasa Inggris, seperti Indonesia, terutama untuk memenuhi persyaratan melanjutkan ke pendidikan tinggi keluar negeri, terutama ke Amerika Serikat. Seiring dengan meluasnya bidang-bidang yang mensyaratkan kecakapan dalam berbahasa Inggris, TOEFL kini juga sering digunakan untuk kebutuhan lainnya seperti untuk melamar kerja atau naik jabatan. Karena kebutuhannya yang semakin meningkat, ada baiknya kita memahami apa itu tes TOEFL sekaligus mempersiapkan diri jika suatu saat diwajibkan mengikuti tes ini.

Apa Itu TOEFL?

logo TOEFL ETS

TOEFL, diadakan oleh ETS

TOEFL merupakan singkatan dari Test Of English as a Foreign Language, sebuah tes terstandardisasi untuk mengetahui kecakapan berbahasa Inggris dari penduduk di negara yang tidak berbahasa Inggris yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Amerika Serikat. TOEFL merupakan satu dari dua tes kecakapan bahasa Inggris yang paling sering digunakan di dunia, satunya lagi adalah IELTS. Ujian ini diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat dan dapat diikuti di berbagai negara yang telah bekerjasama dengan ETS untuk mengadakan tes TOEFL.

TOEFL digunakan sebagai persyaratan kuliah pada program undergraduate (S1) dan graduate (S2 dan S3) di Amerika Serikat dan Kanada, serta di beberapa perguruan tinggi benua Eropa dan Australia. Saat ini, terdapat lebih dari 9.000 perguruan tinggi dan institusi di lebih dari 130 negara yang mensyaratkan tes TOEFL sebagai pertimbangan perekrutan. Karena banyak digunakan di wilayah Amerika Utara, tes TOEFL cenderung menguji kemampuan Inggris “Amerika”, berbeda dengan IELTS berfokus menguji kemampuan Inggris “Britania”.

Tes TOEFL berawal pada inisiatif untuk mengatasi masalah standar kecakapan berbahasa Inggris bagi pelajar yang berasal dari negara non-native English speaker yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Amerika Serikat. Dr. Charles A. Ferguson, profesor linguistik dari Stanford University, menjadi pemimpin proyek untuk mengembangkan tes TOEFL dibawah naungan Center for Applied Linguistic. Pada tahun 1964, tes ini pertama kali diadakan oleh Modern Language Association. ETS, lembaga yang kini menjadi penyelenggara tes TOEFL, tergabung sebagai penyelenggara sejak tahun 1965 bersama The College Board. Pada tahun 1973, ETS kemudian bekerjasama dengan The College Board dan Graduate Record of Examination untuk menjalankan program pelaksanaan tes penerimaan (TOEFL dan GRE) dan lembaga tersebut ditunjuk sebagai penyelenggara kedua ujian tersebut hingga kini.

Jenis-jenis Tes TOEFL

Pada dasarnya, terdapat 3 jenis tes TOEFL yang diselenggarakan oleh ETS: Paper-based test (PBT), Computer-based test (CBT), dan Internet-based test (iBT). Namun, berdasarkan formatnya, PBT dan CBT memiliki format soal yang sama dengan skala penilaian yang berbeda. Format terbaru TOEFL adalah iBT dan kini menjadi standar tes yang digunakan di hampir seluruh negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, tes PBT dan CBT kini sudah tidak lagi diterapkan oleh ETS dan peserta yang ingin mengikuti tes TOEFL akan mengikuti tes TOEFL iBT.

Selain tiga jenis tes TOEFL yang diselenggarakan ETS, ada juga jenis tes TOEFL ITP. Tes merupakan tes tertulis yang biasanya digunakan oleh institusi akademik untuk menguji kecakapan berbahasa Inggris untuk berbagai tujuan seperti penempatan kelas bahasa inggris, evaluasi, syarat kelulusan, dan penerimaan kerja atau beasiswa. Bentuk tes ini seperti TOEFL PBT namun tidak memiliki tes menulis TWE (Test of Written Expression). Tidak seperti ketiga tes TOEFL diatas, tes TOEFL ITP biasanya hanya digunakan untuk kebutuhan internal. Hasil tes ini tidak dapat digunakan sebagai pengganti tes TOEFL iBT, CBT, atau PBT untuk mengajukan kuliah ke luar negeri seperti Amerika Serikat.

TOEFL iBT

Tes TOEFL iBT merupakan tes TOEFL yang diadakan melalui internet yang mayoritas digunakan sebagai syarat tes TOEFL. Karena TOEFL ditujukan sebagai persyaratan pendidikan tinggi, tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan kita dalam menggunakan dan memahami bahasa Inggris dalam lingkup akademik. TOEFL iBT akan mengevaluasi seberapa baik anda mengkombinasikan kemampuan reading, listening, speaking, dan writing dalam lingkup akademik. Nilai maksimum yang dapat diperoleh pada tes ini adalah 120 dimana setiap section (reading, listening, speaking, dan writing) memiliki nilai maksimum 30.

Tes TOEFL iBT umumnya dilakukan untuk memenuhi tujuan berikut:

  • Melengkapi persyaratan kuliah pendidikan tinggi di negara asing, terutama yang berlokasi di Amerika dan berbahasa Inggris.
  • Memenuhi syarat penerimaan kelulusan di program akademis tertentu.
  • Memenuhi syarat pengajuan beasiswa atau sertifikasi.
  • Mengukur kecakapan dalam berbahasa Inggris.
  • Mengajukan visa bagi mahasiswa atau pekerja (meski Inggris sudah tidak lagi menggunakan syarat ini).

Penyelenggaraan tes TOEFL iBT biasanya berlangsung setiap minggu sehingga dapat terjadi lebih dari 50 kali dalam setahun. Peserta dapat mengikuti tes berkali-kali (tentu saja harus kembali membayar biaya tes), namun tidak boleh lebih dari sekali dalam periode 12 hari. Beberapa kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, dll) memiliki institusi penyelenggara tes TOEFL iBT sehingga peserta dapat lebih fleksibel untuk memilih lokasi tes di kota yang mereka inginkan.

Mendaftar Tes TOEFL iBT

Anda dapat mengikuti tes TOEFL iBT secara online dengan mendaftar via website TOEFL ETS. Peserta dapat mencari lokasi tes terdekat dan menentukan jadwal yang sesuai. Pendaftaran dapat dilakukan 24 jam per hari, 7 hari dalam seminggu. Saat mendaftar, pastikan nama yang digunakan sesuai dengan nama pada identitas resmi (biasanya KTP atau paspor) yang juga mesti dibawa pada hari tes.

Pembayaran tes dapat dilakukan melalui kartu bertanda MasterCard, VISA, American Express, Discover, atau JCB. Sayangnya, di Indonesia pembayaran hanya bisa dilakukan via kartu kredit, bukan kartu debit. Jika tidak ada, maka pembayaran bisa menggunakan akun Paypal. Karena di Indonesia ada banyak yang tidak mempunyai kartu kredit, seperti saya, cobalah menggunakan layanan kartu kredit virtual yang tersedia beberapa bank Indonesia, misalnya seperti layanan VCN BNI. Biaya pendaftaran tes TOEFL iBT di Indonesia pada November 2014 lalu adalah US$180.

Informasi Tambahan Seputar TOEFL iBT

contoh tes TOEFL

Panel tampilan tes TOEFL iBT

Agar peserta dapat menyelesaikan tes TOEFL iBT dengan hasil terbaik, ada beberapa informasi tambahan yang disediakan oleh lembaga penyedia tes TOEFL atau terkait dengan bimbingan tes TOEFL seperti ETS, EF, LIA, Barron, atau Kaplan yang dapat dimanfaatkan oleh peserta. Oleh karena itu, setelah melakukan pendaftaran, ada baiknya peserta menyiapkan persiapan untuk mengikuti tes dengan mengakses informasi dari lembaga tes TOEFL untuk hasil yang terbaik. Akan lebih baik lagi jika peserta melengkapi persiapan mereka dengan mengikuti tes simulasi TOEFL secara online yang dapat menjadi acuan perkiraan nilai TOEFL yang akan diperoleh pada hari-H nantinya.

Jika anda mengikuti tes TOEFL iBT untuk S2 keluar negeri, biasanya syarat TOEFL yang diminta berada di kisaran minimum 65-85 untuk sains dan engineering, serta > 80 untuk bidang bisnis, manajemen, dan hukum. Sementara untuk S3 berada di kisaran minimum 70 – 100 untuk sains dan teknologi, serta 75 – 105 untuk bisnis, manajemen, dan hukum. Untuk keterangan lebih lanjut, anda dapat memeriksa informasi tersebut di perguruan tinggi tujuan. Mayoritas perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Kanada selalu mensyaratkan batas tertentu minimum TOEFL untuk pelamar internasional dan pastikan anda memenuhi syarat tersebut.

Berdasarkan data ETS tahun 2013, rata-rata nilai TOEFL iBT peserta sedunia berada di angka 80 atau setara 550 untuk PBT dan 215 untuk CBT. Jadi, jika anda sekalipun tanpa persiapan berada di kisaran angka tersebut, jangan keburu bangga. Anda hanyalah rata-rata. Teruslah berlatih hingga mencapai nilai yang ditargetkan. Perlu diingat juga bahwa TOEFL mengukur kecakapan bahasa Inggris dalam lingkup akademis. Artinya, nilai TOEFL yang bagus jelas sama sekali tidak menandakan bahwa anda pandai berbahasa Inggris, apalagi tanda bahwa anda cerdas. Tidak ada jaminan bahwa para artis yang rajin “cuap2” bahasa Inggris di TV bakal memperoleh nilai TOEFL yang lebih baik dibanding anda. Terlebih lagi, mereka sebenarnya sering salah pronunciation atau grammar jika anda teliti lagi.

Persiapkan waktu yang cukup untuk melatih kemampuan sebelum tes, idealnya persiapkan waktu sekitar 3-6 bulan sebelum mengambil tes, atau setidaknya 1 bulan jika memang terburu-buru. Jangan mengambil tes sebelum 1 bulan kecuali anda berada pada dua kondisi ini: 1. Anda sering berbahasa Inggris dalam lingkup akademis, 2. Anda kepepet. Menurut pendapat saya, tes TOEFL iBT adalah tes menguji keterampilan anda berbahasa Inggris, bukan kecerdasan berbahasa Inggris. Jadi, pastikan anda terus berlatih hingga terampil berbahasa Inggris dalam level yang layak untuk memperoleh hasil TOEFL iBT yang memuaskan. Selamat mengikuti tes TOEFL.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s