Tes yang Dibutuhkan untuk Berkuliah Keluar Negeri (Pasca Sarjana)

tes luar negeri

Untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri, terutama program pasca sarjana, terkadang anda harus mempersiapkan diri mengikuti beberapa tes tertentu. Tes-tes ini biasanya meliputi tes kecakapan akademis dan tes kecakapan berbahasa asing (bahasa Inggris dan bahasa resmi negara tujuan). Perguruan tinggi biasanya mensyaratkan nilai tertentu yang harus diraih sebagai syarat minimal agar aplikasi kuliah kita dapat dipertimbangkan untuk berkuliah di negara tujuan tersebut. Berikut beberapa tes yang dibutuhkan untuk berkuliah keluar negeri bagi anda yang ingin melanjutkan program pasca sarjana.

TOEFL

Seperti yang dijelaskan pada artikel TOEFL, tes ini merupakan tes terstandardisasi untuk mengetahui kecakapan berbahasa Inggris para pelamar dari negara yang tidak berbahasa Inggris. Ujian TOEFL diselenggarakan oleh ETS dan dapat diikuti di berbagai negara. Biasanya, TOEFL menjadi syarat penerimaan perguruan tinggi di Amerika Utara sebagai indikator kecakapan berbahasa Inggris dari para pelamar yang berasal dari negara non-native speaker. TOEFL memiliki empat bagian tes: Reading, Listening, Speaking, dan Writing dengan hasil tes berkisar antara 0 – 120. Saat ini, tes TOEFL tersedia dalam bentuk Internet Based Test (IBT) dan dapat diikuti di berbagai kota dengan lembaga yang telah bekerjasama dengan ETS untuk mengadakan tes TOEFL IBT.

Nilai minimum TOEFL IBT yang disyaratkan untuk kuliah S2 – S3 bervariasi berdasarkan permintaan dari program studi yang terdapat di perguruan tinggi tujuan. Untuk MBA di Harvard Business School misalnya, persyaratan TOEFL IBT minimum adalah 109. Sementara jika anda ingin melanjutkan pendidikan PhD teknik elektro di MIT, maka persyaratan nilai TOEFL IBT minimum adalah 100. Untuk persyaratan beasiswa LPDP, syarat TOEFL IBT minimum untuk dalam negeri adalah 61, sementara untuk luar negeri adalah 79.

Skor tes TOEFL IBT valid selama 2 tahun dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Oleh karena itu, ada baiknya anda mempersiapkan diri untuk mengikuti tes TOEFL sejak jauh-jauh hari. Idealnya, persiapan tes TOEFL sebaiknya dilakukan 3-6 bulan sebelum tes, paling tidak sebulan sebelumnya. TOEFL merupakan keterampilan, oleh karena itu, persiapan yang cukup akan berpengaruh signifikan untuk meningkatkan nilai dan mencapai hasil yang ditargetkan. Ada berbagai materi persiapan yang tersedia di web ETS. Anda juga dapat googling untuk menemukan materi persiapan tes dan mengikuti berbagai simulasi tes untuk mengukur kemampuan TOEFL IBT anda.

IELTS

IELTS merupakan tes bahasa Inggris yang lazim digunakan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Selain itu, IELTS juga digunakan untuk kebutuhan kerja dan migrasi ke Britania. Seperti TOEFL, IELTS terdiri dari empat tes: Reading, Writing, Listening, dan Speaking. Tes ini dirancang sesuai dengan kebutuhan berbahasa Inggris pada dunia nyata dan digunakan untuk studi, kerja, atau percakapan dengan lingkungan sekitar. Saat ini, IELTS merupakan tes kecakapan berbahasa Inggris yang paling banyak diterima dan berfokus pada pengujian kemampuan berbahasa Inggris pada dialog percakapan. IELTS terdiri dari dua jenis tes: Academic dan General Training. Anda dapat memilih sesuai dengan kebutuhan persyaratan dari institusi. Seperti TOEFL, persyaratan nilai IELTS juga bervariasi berdasarkan kebutuhan perguruan tinggi tujuan. Nilai IELTS 6 setara dengan skor 60-78 pada TOEFL IBT, 6.5 setara dengan skor 79 – 93, sedangkan 7 setara dengan 94 – 101. Nilai IELTS yang 9, atau yang tertinggi, setara dengan 119-120 pada tes TOEFL IBT.

Persiapan IELTS sebaiknya dilakukan sejak jauh hari. Persiapan 6 bulan sebelum tes merupakan yang ideal. Selain itu, segera lakukan pendaftaran sejak jauh-jauh hari. Jadwal IELTS biasanya hanya ada per beberapa minggu, ditambah juga dengan peminat tes yang banyak dan lokasi tes yang relatif terbatas. Idealnya anda telah menyelesaikan urusan pendaftaran tes 1 bulan sebelum jadwal yang diinginkan. Berdasarkan pengalaman saya, sulit sekali untuk mendapatkan tempat di tes TOEFL IBT jika mendaftar 2 minggu sebelum jadwal. Saya sendiri tidak mendapat tempat untuk mengikuti tes IELTS karena mendaftar 1 minggu sebelum tes. Oleh karena itu, pastikan anda telah mendaftar dan menyelesaikan pembayaran tes IELTS sejak jauh-jauh hari.

GRE General Test

GRE general test merupakan tes yang dirancang untuk memahami tingkat kecakapan anda di bidang akademis. Tes ini dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan penerimaan perguruan tinggi jenjang pasca sarjana, menjadi dokumen yang mewakili tingkat kecakapan akademis, atau memenuhi persyaratan dokumen beasiswa pasca sarjana. Belakangan, GRE mulai banyak digunakan oleh sekolah bisnis sebagai persyaratan. Bahkan, beberapa perguruan tinggi lebih memprioritaskan hasil GRE ketimbang GMAT.

Tes GRE terdiri dari 3 bagian utama: Analytical Writing, Quantitative Reasoning, dan Verbal Reasoning. Analytical writing bertujuan untuk menguji kemampuan menulis secara analitis terhadap suatu topik atau argumen tertentu. Quantitative Reasoning berisi tes matematika dasar dengan tingkat kesulitan yang bervariasi. Sedangkan Verbal Reasoning menguji kemampuan verbal dalam berbahasa dan pemahaman suatu artikel ilmiah. Sekali lagi, anda sebaiknya mempersiapkan diri 3-6 bulan sebelum tes untuk mendapatkan hasil yang optimal. Berbeda dengan tes kecakapan berbahasa Inggris (TOEFL dan IELTS), perbedaan hasil tes ini akan menjadi penilaian kualifikasi dari pelamar. Nilai yang bagus dapat menjadi modal yang baik untuk diterima di perguruan tinggi tujuan. Beberapa perguruan tinggi favorit menginginkan anda berada pada 80th percentile, entah itu di seluruh bagian tes, atau di bagian tes tertentu.

GMAT

Tes GMAT (Graduate Management Admission Test) merupakan pilihan yang lazim diambil bagi para anda yang ingin melanjutkan studi ke sekolah bisnis, baik jenjang master maupun doktoral. Tes ini menguji berbagai keterampilan yang dibutuhkan saat menempuh pendidikan di sekolah bisnis dan karir di dunia bisnis. GMAT berlangsung selama 3 setengah jam dan terdiri dari empat bagian tes: Analytical Writing Assessment, Integrated Reasoning, Quantitative, dan Verbal. Umumnya, GMAT merupakan persyaratan tes yang dibutuhkan untuk mengambil sekolah bisnis, terutama bagi anda yang ingin mengambil kuliah MBA keluar negeri.

Menurut informasi pada Desember 2014, biaya persiapan GMAT adalah sebesar USD 250 (informasi pembayaran dapat dilihat di website mba.com/global). Seperti GRE, perguruan tinggi favorit juga seringkali mensyaratkan nilai GMAT pada 80th percentile. Oleh karena itu, persiapkan diri melalui berbagai materi yang ada di internet atau mengikuti kursus intensif untuk persiapan GMAT.

GRE Subject Test

GRE Subject Test merupakan bentuk tes GRE yang ditujukan untuk mengukur pengetahuan kita pada bidang studi tertentu. Terdapat 7 bidang studi pilihan pada GRE Subject Test: Biochemistry, Cell and Molecular Biology; Biology; Chemistry; Literature in English; Mathematics; Physics; Psychology. Beberapa program studi di perguruan tinggi mensyaratkan para pelamar untuk mengambil tes ini untuk mengukur kemampuan dasar dari para pelamar di bidang studi tersebut. Hasil GRE Subject Test juga dapat menjadi indikator kekuatan dan kelemahan pelamar yang kemudian menjadi acuan dalam penempatan kelas perkuliahan.

MCAT, LSAT, DAT, dan sejenisnya

Tes ini merupakan tes terkait subjek ilmu pengetahuan tertentu, sama seperti GRE Subject Test. MCAT merupakan tes subjek kedokteran, LSAT tes subjek hukum, dan DAT tes subjek kedokteran gigi. Setiap program studi biasanya memiliki jenis tes tertentu untuk mengukur kemampuan dasar di bidang tersebut. Oleh karena itu, ada baiknya anda mencari tahu secara detail setiap jenis tes tersebut beserta nilai minimum yang disyaratkan oleh program studi di perguruan tinggi tersebut.

Tes Kemampuan Bahasa Asing Selain Bahasa Inggris (Jepang, Jerman, dll)

Tes ini umumnya menjadi persyaratan bagi perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan dengan bahasa selain bahasa Inggris. Perguruan tinggi di Jerman, Jepang, atau Prancis, umumnya mensyaratkan pelamar untuk menguasai bahasa di negara tersebut agar memperlancar proses perkuliahan dan mempermudah mahasiswa berinteraksi dengan penduduk sekitar. Tes ini juga sering menjadi persyaratan untuk memperoleh beasiswa di negara tersebut. Bagi anda yang merencanakan berkuliah di negara yang tidak berbahasa Inggris, sebaiknya pelajari apakah perguruan tinggi tujuan anda mensyaratkan hasil tes ini untuk melamar di perguruan tinggi tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s