Hidup di Negara Empat Musim

negara 4 musim

Sebagai warga negara Indonesia kita tentu terbiasa dengan dua musim yang ada, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Kalau diperhatikan, sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok di antara kedua musim tersebut. Ya, tentu sering atau tidaknya hujan menjadi perbedaan yang paling terasa tetapi maksud saya kita tidak membuat persiapan khusus menghadapi pergantian musim. Pada negara-negara dengan 4 musim, pergantian musim kadang memerlukan persiapan khusus. Jadi sebenarnya hidup di negara empat musim seperti apa rasanya?

Mungkin judul artikel ini sedikit berlebihan karena seakan-akan saya sudah merasakan semua musimnya. Namun, tidak ada salahnya berbagi sedikit pengalaman saya selama berada di negara yang memiliki empat musim. Satu hal yang jelas terasa berbeda adalah cuaca saat itu adalah salah satu obrolan paling sering muncul. Berita prakiraan cuaca di pagi hari jadi satu hal yang wajib disimak. Pada musim gugur atau awal musim dingin, penampakan matahari bisa sangat menipu. Ketika anda melihat ke jendela, mungkin matahari bersinar dengan cerah tetapi bisa jadi suhu di luar adalah 7,8 derajat celcius atau bahkan lebih dingin. Jadi ketika anda membuka jendela tanpa persiapan, udara dingin pasti langsung terasa. Berita prakiraan cuaca akan sangat membantu anda untuk menentukan pakaian apa yang akan anda pakai ketika bepergian.

Pada musim dingin kita harus sedikit meluangkan waktu untuk berpakaian karena di luar ruangan suhunya sangat rendah (di bawah 0). Pada suhu minus, sangat penting untuk sebisa mungkin menutup semua bagian badan. Suhu dingin bisa membuat bagian tubuh kita mati rasa. Misal kita tidak menutupi daun telinga kita, kita bisa tidak merasa apa-apa meskipun telinga kita lecet. Selain itu, ketika suhu dingin dan bersalju, udara menjadi kering. Maka, bibir bisa pecah-pecah dan bagian dalam hidung bisa lecet. Tapi jangan kuatir di banyak toko disediakan pelembap untuk bibir dan untuk hidung. Tapi tenang, banyak hal menyenangkan bisa dilakukan ketika dingin dan bersalju, contohnya adalah bermain ski atau perang salju. Jadi meskipun lebih ribet, musim dingin tetap menyenangkan.

Kalau anda pernah bepergian ke pantai-pantai di Bali, anda akan melihat begitu banyaknya turis mancanegara yang berjemur di bawah teriknya matahari. Sementara kita, yang tinggal di negara tropis, cenderung menghindari sinar matahari. Masyarakat luar memang sangat menikmati sinar matahari karena mereka tidak banyak terpapar sinar matahari di negara asal mereka. Seperti yang anda tahu, negara dengan empat musim terletak di area yang jauh dari khatulistiwa sehingga matahari tidak pernah benar-benar berada di atas kepala. Jadi ketika anda berada di luar negeri mungkin anda akan kangen dengan teriknya sinar matahari (atau mungkin tidak..haha).

Untuk bertahan di musim panas atau semi mungkin tidak terlalu masalah, karena suhu rata-rata cenderung tinggi. Kisaran suhunya adalah sekitar 20-25 derajat celcius. Kira-kira rasanya seperti di bandung atau puncak mungkin. Selama musim panas atau semi sepertinya keseharian akan terasa lebih menyenangkan karena matahari bersinar lebih lama. Mungkin ada sedikit tantangan jika bulan puasa jatuh di musim panas karena jelas harinya akan lebih panjang.

Inilah kira-kira gambaran hidup di negara empat musim. Semoga berguna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s