Memilih Topik Riset Agar Diterima oleh Perguruan Tinggi

memilih topik riset

Bingung memilih judul riset?

Beberapa perguruan tinggi atau lembaga pemberi beasiswa terkadang mensyaratkan anda untuk mengirimkan proposal riset sebagai persyaratan penerimaan. Meskipun syarat ini terkesan sederhana, banyak sekali calon pelamar yang kebingungan untuk menentukan apa topik riset yang mesti dipilih. Lalu apa yang mesti anda lakukan? Berikut beberapa tips yang dapat terapkan untuk mengetahui bagaimana memilih topik riset yang mampu membuat anda diterima di berbagai perguruan tinggi luar negeri tujuan anda.

1. Kumpulkan Ide dengan Brainstorming

Apa hal yang paling kontroversial terkait bidang yang menjadi keahlian atau ketertarikan anda? Apa saja hal yang membuat anda tertarik, kesal, atau penasaran saat membaca berita tertentu? Adakah isu atau masalah yang paling membuat tertarik sepanjang kehidupan anda? Pertanyaan ini dapat menjadi cara untuk mendorong munculnya brainstorming sebagai upaya mengumpulkan ide. Anda dapat memanfaatkan internet atau menjelajahi berbagai website riset untuk mencari ide.

Brainstorming mampu membuat anda mendapatkan beberapa ide utama untuk paper penelitian. Brainstorming dapat dilakukan dengan menuliskan seluruh ide yang terpikir oleh anda (dan teman-teman anda). Setelah seluruh ide terkumpul, carilah ide-ide dengan pola serupa sehingga memunculkan pola tertentu yang konsisten. Ide inilah yang akan menjadi ide yang paling dominan bagi anda dan tepat untuk dipilih sebagai topik yang relevan untuk dikembangkan.

Manfaatkan internet untuk tetap up-to-date terhadap topik riset yang sedang hangat. Website berita, informasi kesehatan, lembaga pemerintahan dan swadaya, New York Times, website perguruan tinggi, website artikel ilmiah, publikasi jurnal, dan Wikipedia dapat menjadi sumber referensi. Saat menentukan topik riset, anda mesti berhati-hati agar tidak mengulangi ide yang sama. Beberapa topik terkadang sudah banyak diteliti dan tidak lagi menarik bagi panitia penerimaan perguruan tinggi, kecuali jika anda memiliki pendekatan yang unik dan spesifik terhadap topik tersebut.

2. Persempit Topik Riset Anda Agar Memunculkan Fokus Utama yang Mendominasi

Terkadang topik riset yang kita kumpulkan menjadi terlalu luas dan tidak menentu. Kita akan menemukan terlalu banyak informasi dan tidak ada fokus utama yang mendominasi. Jika hal ini terjadi, telaah kembali dasar keilmuan yang melingkupi topik tersebut dan batasi cakupan dari topik tersebut. Informasi yang relatif sempit tapi lebih relevan merupakan kunci dari topik riset yang menarik. Berikut beberapa cara untuk membuat topik riset anda menjadi lebih sempit dan terfokus:

  • Pendekatan teoretis.
    Batasi topik anda pada teori tertentu yang akan digunakan untuk meneliti isu tersebut. Misalnya seperti membatasi penelitian tentang perancangan semikonduktor dengan berlandaskan salah satu metode yang diajukan.
  • Fokus pada populasi tertentu.
    Terdapat berbagai segmen populasi yang bisa diteliti untuk mengetahui batasan riset kita seperti usia, jenis kelamin, profesi, atau suku. Jika topik riset anda dirasa terlalu luas, anda dapat membatasi penelitian tersebut pada segmen yang menurut anda cukup relevan untuk menjadi subjek riset.
  • Membatasi riset pada lokasi geografis tertentu.
    Anda dapat melakukan riset dengan menganalisis wilayah tertentu. Misalnya seperti analisis pengaruh kampanye pemasaran berbasis online bagi penduduk di wilayah Asia Tenggara.
  • Mengambil aspek atau sub-area dari topik utama.
    Jika terlalu banyak aspek yang dikaji, maka cobalah berfokus pada satu bagian fokus dari subjek riset tersebut. Misalnya seperti fokus pada pendapat publik pada kebijakan pemerintahan terkait sistem PEMILU elektronik.
  • Membatasi pada rentang waktu tertentu.
    Rentang waktu merupakan salah satu cara yang efektif untuk membuat topik riset menjadi berfokus. Biasanya sekelompok data cenderung memiliki konvergensi dalam periode tertentu dan periode tersebut dapat digunakan untuk menjadi periode analisis dalam riset.

Meskipun fokus dalam riset akan sangat membantu, usahakan agar riset tidak terlalu sempit. Riset yang bersifat terlalu lokal, terlalu kekinian, atau terlalu popular terkadang dapat menimbulkan masalah karena sulit menemukan literatur, terlalu banyak informasi, atau tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Fokus merupakan sesuatu yang berpengaruh dalam menentukan topik riset, oleh karena itu, buatlah topik riset anda memiliki fokus yang mudah dikenali oleh pihak lain.

3. Buatlah Daftar Kata Kunci yang Menggambarkan Topik Anda

Kata kunci dapat menggambarkan topik riset anda. Simpanlah kata-kata tersebut ketika melihatnya di berbagai literatur seperti artikel, buku, atau paper. Temukan berbagai istilah, sinonim, atau kata lain dengan konsep serupa untuk kata kunci tersebut agar dapat memperluas riset ke isu lainnya. Buatlah catatan tentang kata-kata tersebut dan gunakan kata ini sebagai kata utama dalam pencarian literatur.

4. Evaluasi Setiap Judul Topik Riset dengan Pertanyaan 5W

Gunakan 5W (Why, Who, What, Where, dan When) sebagai perangkat untuk mengevaluasi judul topik riset yang telah diperoleh. Mengapa anda memilih topik riset tersebut? Siapa yang akan menjadi sumber informasi dari topik tersebut? Apa pertanyaan utama dari topik tersebut? Dimana riset ini akan berpengaruh? Kapan riset ini akan digunakan? Merupakan hal yang lazim bagi kita untuk memodifikasi topik riset ketika dirasa kurang tepat atau ada topik lainnya yang lebih sesuai. Dengan mempertanyakan 5W sebelum memutuskan mengambil topik riset tersebut. Perbanyak literatur, pendekatan, atau teori yang dapat membantu menjawab berbagai jawaban 5W tersebut.

5. Tentukan Topik Riset dan Lengkapi dengan Literatur

Melalui proses yang dijelaskan diatas, kita akan memperoleh sejumlah alternatif topik. Waktunya menentukan topik yang sesuai untuk dipilih sebagai topik riset saat berkuliah ke luar negeri. Sebagai pertimbangan dalam memilih topik riset, kita dapat memilih topik riset yang memiliki literatur yang lengkap dan dapat dikembangkan. Informasi yang lengkap dapat membantu kita mengembangkan riset ke arah sesuai yang diharapkan.

Setelah mendapat topik riset yang diinginkan, waktunya merumuskan judul riset. Judul riset ini harus mampu menjelaskan tujuan dan pertanyaan dari riset. Judul riset biasanya terdiri dari satu atau dua kalimat dan memberikan gambaran kepada pembaca seperti apa topik riset yang akan anda kerjakan. Judul tidak harus sama dengan pertanyaan riset atau tema utama dari riset, namun judul tersebut harus menggambarkan fokus, tujuan, dan makna dari riset tersebut.

Jangan lupa untuk mempertimbangkan seberapa menarik judul riset tersebut dengan meminta pendapat ke teman-teman atau rekan sejawat. Kaji kembali segala hal terkait judul riset tersebut. Mulai dari seberapa banyak literatur yang tersedia, siapa saja pihak yang telah meneliti isu tersebut, pendekatan apa yang akan dilakukan, dan apakah judul riset ini merupakan judul yang berpengaruh bagi perguruan tinggi atau institusi tersebut atau tidak. Dengan judul riset yang kuat dan menarik, peluang kita untuk diterima di perguruan tinggi atau lembaga pemberi beasiswa akan menjadi lebih kuat. Berikutnya, tinggal kembangkan judul riset ini ke dalam proposal riset yang relevan. Selamat mengajukan lamaran kuliah ke luar negeri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s