Dilema Korea Selatan Menghadapi Tes TOEFL iBT

korea toefl

Persiapan TOEFL iBT bagi pelajar Korea Selatan

 

Bahasa Inggris tidak hanya menjadi momok yang menyulitkan bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat Korea. Melalui survei yang mengambil data dari 990 pelajar SMP dan SMA, diketahui bahwa hampir 70 persen pelajar menyatakan mereka tidak puas dengan cara belajar bahasa Inggris yang diajarkan di sekolah mereka. Selain itu, sekitar 69 persen responden juga menyatakan bahwa belajar bahasa Inggris di dalam ruangan kelas tidaklah cukup untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Selain itu, data studi ini juga mengungkap kesenjangan dalam pendidikan berbahasa Inggris di Korea Selatan. Sebanyak 61,4 persen responden menyatakan skill yang paling penting dalam berbahasa Inggris adalah speaking. Sedangkan, 58,4 persen dari responden mengungkap bahwa kelas mereka kebanyakan berfokus pada pengajaran tata bahasa atau grammar.

Menurut ahli bahasa di negara tersebut, hasil ini semakin mengindikasikan penyebab mengapa hasil tes TOEFL iBT bagian speaking dari Korea Selatan merupakan salah satu yang terendah di dunia. Menurut laporan terbaru dari Educational Testing Service (ETS), Korea Selatan merupakan negara dengan hasil TOEFL iBT terendah untuk bagian speaking diantara negara anggota Organization for Economic Development and Cooperation. Negara ini hanya lebih baik dari Jepang dan Turki. Peserta dari Korea Selatan memiliki rata-rata nilai 21 pada bagian speaking, sedikit lebih baik dari Indonesia yang berada pada skor 20.

Perkembangan Pesat Korea Dalam Nilai Rata-rata Tes TOEFL iBT

Meskipun banyak pelajar yang menunjukkan ketidakpuasan, data menunjukkan bahwa Korea Selatan merupakan salah satu negara yang mengalami pertumbuhan pesat dalam hasil rata-rata TOEFL iBT dalam 8 terakhir terakhir. Rata-rata nilai dari peserta TOEFL yang berasal dari Korea Selatan mengalami peningkatan menjadi 82 di tahun 2011, naik 10 poin dari 72 pada tahun 2006. Menurut data di tahun 2013, Korea Selatan kembali mengalami peningkatan 3 poin menjadi 85 poin sekaligus membuat mereka melewati nilai TOEFL iBT Indonesia yang berada pada rata-rata 82.

Menurut data ETS, Korea merupakan salah satu negara yang berhasil mencatatkan peningkatan lebih dari 10 poin pada periode tersebut. Hasil ini cukup menggembirakan meskipun beberapa pelajar menunjukkan keprihatinan mereka terhadap kurikulum yang kurang berfokus pada speaking. Beberapa tahun terakhir, Korea memang berusaha keras meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris para pelajar mereka dengan mengajarkan bahasa Inggris sejak usia dan menimbulkan “English fever” pada percakapan untuk urusan akademis.

Meskipun menunjukkan peningkatan dalam hasil TOEFL iBT, perguruan tinggi di Korea Selatan sendiri sebenarnya memiliki format tes kecakapan berbahasa Inggris versi mereka sendiri yang diberi nama National English Ability. Pemerintah turut campur dalam mensukseskan program ini dengan menginvestasikan 18 juta won dalam pengembangan format tes. Di Korea sendiri, lebih dari 120.000 orang mengambil tes TOEFL setiap tahunnya untuk tujuan pendidikan tinggi atau tujuan lainnya.

Ke depannya, pemerintah Korea berencana untuk menerapkan sistem penilaian berbahasa Inggris pada ujian tahunan perguruan tinggi. Meskipun demikian, beberapa akademis meragukan hal ini dan mempertanyakan keefektifan sistem tersebut. Apalagi hal ini dapat menambah beban pelajar yang juga harus menguasai subjek lainnya seperti matematika atau bahasa Korea.

Sumber: Korea Herald

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s