Membuat Statement of Purpose yang ‘Menggoda’

statement of purpose

Seperti apa statement of purpose yang menggoda

Statement of Purpose merupakan persyaratan yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Master atau Doktor. Syarat yang satu ini cenderung rumit, njelimet, dan mungkin salah satu hal tersulit yang mesti anda tulis. Perguruan tinggi Indonesia biasanya tidak mensyaratkan statement of purpose, kalaupun ada biasanya hanya formalitas. Lalu apa yang terjadi? Biasanya kita akan sering menampilkan informasi yang tidak dibutuhkan dalam porsi yang signifikan. Hasilnya? Tentu saja statement of purpose kita menjadi tidak menarik dan pada akhirnya membuat kita gagal diterima oleh perguruan tinggi tujuan.

Sebelum Membuat Statement of Purpose

Biasanya terdapat waktu beberapa bulan yang dapat digunakan untuk menyusun statement of purpose. Beberapa perguruan tinggi terkadang memberikan panduan dan persyaratan terkait statement of purpose. Pelajari syarat tersebut dan pastikan tulisan yang anda susun sesuai dengan syarat tersebut. Kumpulkan berbagai contoh statement of purpose, terutama yang berasal dari website perguruan tinggi tersebut, dan jadikan contoh tersebut sebagai referensi utama.

Setelah memperoleh contoh statement of purpose, kumpulkan kembali segala informasi tentang diri anda. Jadikan informasi tersebut sebagai draft awal dari statement of purpose. Draft tersebut akan bertindak sebagai bank data utama dalam menyusun statement of purpose jika anda berniat mengajukan ke berbagai institusi berbeda. Kemudian, kumpulkan informasi tentang program pasca sarjana tujuan anda. Cek website mereka, kumpulkan segala informasi yang terdapat di program studi tersebut, bahkan sampai ke informasi yang tercantum selain di halaman admission. Informasi tersebut dapat berupa kurikulum, kesempatan riset, dosen, mahasiswa, dan berita terkait perguruan tinggi tersebut. Simpan atau bookmark semua informasi yang anda temukan sebagai referensi yang akan membantu saat menyusun statement of purpose.

Mencurahkan Otak demi Statement of Purpose

Umumnya, panitia admission akan menyampaikan informasi apa saja yang mesti ada di statement of purpose. Ada yang meminta minat, pengalaman, dan alasan kenapa memilih kampus tersebut. Ada yang ingin tahu prestasi, pengetahuan, dan tujuan hidup anda di masa depan. Ada juga yang tidak memberikan batasan terkait apa yang harus disampaikan pada statement of purpose. Intinya, statement of purpose yang anda buat harus menampilkan seluruh informasi yang ingin diketahui oleh perguruan tinggi.

Sebenarnya tidak ada format baku statement of purpose. Setiap perguruan tinggi biasanya mempertimbangkan variabel berbeda dalam menilai statement of purpose. Itulah sebabnya di bagian anda harus memastikan statement of purpose yang dibuat telah mencakup segala informasi yang diminta oleh panitia admission di perguruan tinggi tujuan. Walaupun begitu, statement of purpose sebenarnya dapat dibagi menjadi empat bagian utama yaitu:

  1. “Killer” Statement
    “Killer” statement adalah semacam pernyataan yang membuat pembaca berpikir “sh*t, just got serious!” atau seperti bagian joker mengawali kemunculannya di film trilogi Batman: “The Dark Knight”. Banyak yang bilang ini adalah introduction, tapi “killer” statement tidak selalu mesti berada di awal dari statement of purpose (meskipun biasanya lebih efektif jika diletakkan di awal).
    “Killer” statement itu seperti sosok “penjahat” utama yang membuat anda terobsesi. “Killer” statement yang mengejutkan akan membuat pembaca tertarik untuk lebih tahu lagi kelanjutan dari statement of purpose. Ketimbang menjelaskan “saya menyukai fisika merupakan bidang yang paling saya sukai, terutama terkait cahaya dan optik”, buatlah kalimat ini menjadi “killer” seperti “perdebatan selama 3 hari dengan guru saya tentang apakah ada sesuatu yang dapat melebihi kecepatan cahaya menjadi awal ketertarikan saya untuk menjawab berbagai pertanyaan mendasar tentang sains.”
    Pernyataan yang terdapat di bagian ini harus membuat orang penasaran untuk membaca kelanjutannya. Untuk membuat killer statement yang baik, ada dua kunci utama: fokus dan literatur. Ketimbang menampilkan cerita yang terlalu general atau terlalu banyak, fokuslah pada satu topik utama. Lengkapi fokus tersebut dengan literatur dari peneliti atau penulis yang kompeten. Dengan begitu, bagian “killer” statement anda akan lebih kuat dan mengena.
  2. Minat, Pengalaman, dan Kompetensi Akademis
    Bagian ini berisi tentang ketertarikan anda dalam bidang akademis, track record akademis anda, dan ilmu atau bahasan apa yang anda kuasai. Anda dapat mencantumkan prestasi kuliah, keahlian, keterampilan, pengalaman kerja, pengalaman riset, ketertarikan anda di bidang akademis. Sekali lagi, cantumkan secara detail dan spesifik. Satu-satunya kesulitan di bagian ini adalah membuatnya informasi yang ditulis di dalamnya terkesan mengalir dan bercerita, sisanya mudah.
  3. Pengalaman Hidup
    Ini adalah salah satu bagian yang paling “tricky”. Terkadang, karena memiliki pengalaman hidup yang inspiratif, seseorang dengan prestasi akademis kurang meyakinkan dapat lebih dipertimbangkan. Karena inspiratif itu sifatnya relatif, lebih baik bagi kita membuat pengalaman hidup yang mengesankan (padahal mungkin biasa saja) agar “diolah” menjadi terkesan luar biasa. Jika anda hanya punya IP yang biasa saja, standar, bagian ini merupakan harapan untuk menampilkan daya tarik anda. Sampaikan pengalaman anda yang kemungkinan jarang dialami. Carilah sisi-sisi luar biasa dalam hidup anda yang dapat mengaburkan fakta IP anda yang biasa-biasa saja.
    Pengalaman hidup yang mengesankan dapat berupa cerita tentang kesuksesan mengelola organisasi (kampus dan non-kampus), kesuksesan membangun bisnis, menciptakan karya yang diapresiasi banyak orang, atau mengharumkan nama Indonesia atau daerah di ajang bergengsi. Jika sulit menemukan sisi seperti ini, cobalah menjelaskan sisi lainnya yang terkesan sepele namun tidak mudah dilakukan banyak orang. Misalnya keberhasilan anda meningkatkan indeks prestasi setelah sebelumnya terpurum, sukses menyelesaikan skripsi/TA padahal deadline tinggal 1 minggu dan anda belum melakukan apapun, atau bagaimana anda menunjukkan solidaritas terhadap teman atau lingkungan sekitar yang sedang kesulitan. Ada banyak sisi menarik yang terdapat pada diri kita yang dapat diceritakan kepada panitia admission, apalagi jika kita menghabiskan banyak waktu dalam kegiatan sosial.
  4. Alasan Memilih Program Studi/Perguruan Tinggi
    Alasan memilih program studi di perguruan tinggi tertentu juga sering menjadi bagian berpengaruh dari statement of purpose. Oleh karena itu, buatlah alasan yang relevan dengan apa yang ditawarkan oleh perguruan tinggi di program studi tersebut. Kombinasikan alasan tersebut dengan apa yang anda inginkan dari studi. Anda akan memperoleh alasan yang kuat dan meyakinkan dalam memilih program studi di suatu perguruan tinggi.
    Untuk menganalisis apakah bagian ini telah meyakinkan, baca kembali dan evaluasi. Anda juga bisa bertanya ke teman atau rekan kerja anda. Oia, cantumkan juga ucapan terima kasih kepada panitia admission atas kesempatan yang diberikan untuk mengajukan lamaran berkuliah di sana. Terkadang hal sederhana seperti ini dapat berpengaruh.

Selain 4 bagian tersebut, terdapat beberapa hal yang dapat membuat statement of purpose anda aman terkendali yaitu:

  • Pastikan statement of purpose bebas dari kesalahan gramatikal, typo, dan salah tulis gelar atau institusi.
  • Pastikan panjang tulisan statement of purpose tidak kurang atau lebih dari batas maksimum dan minimum yang diminta panitia admission.
  • Jangan menggunakan satu template statement of purpose untuk beberapa perguruan tinggi. Buatlah statement of purpose yang berbeda untuk perguruan tinggi yang berbeda. Inti isu utama atau informasi personal bisa saja tetap sama. Namun anda dapat menuliskannya dengan fokus atau gaya bahasa yang berbeda.
  • Pastikan statement of purpose yang anda buat relevan dengan apa yang ditawarkan oleh program studi. Pelajari informasi tentang program studi melalui website, brosur, atau panitia admission. Cek kurikulum, dosen, penelitian, dan aktivitas mereka serta hubungkan informasi tersebut dengan alasan anda memilih program studi tersebut.
  • Hindari gaya menulis yang personal. Statement of purpose merupakan dokumen resmi yang menjadi acuan program studi dalam mengevaluasi pelamar. Jangan dibuat seperti kita menulis blog atau membuat status di jejaring sosial.
  • Buatlah satu fokus. Terlalu banyak fokus akan membuat statement of purpose menjadi membosankan atau malah menjadi lebay. Anda dapat fokus di bagian “killer” statement (tanda bahwa anda menguasai topik yang akan diteliti), pengalaman akademis (tanda bahwa anda punya kekuatan dalam hal akademis), pengalaman personal (tanda bahwa anda merupakan sosok yang berkualitas), dan alasan memilih program studi (tanda bahwa anda sosok yang tepat bagi perguruan tinggi).
  • Jangan terpaku pada urutan. Selama tidak ada batasan apa yang harus ada di paragraf 1, 2, …, dst, anda bebas mengatur urutan informasi yang akan ditulis. Anda boleh menampilkan informasi pribadi di awal, atau malah mendahulukan alasan memilih program studi.
  • Gunakan gaya bahasa yang positif. Tunjukkan bahwa anda memiliki attitude yang positif dan siap menghadapi tantangan perkuliahan.

Tips (Do’s and Don’ts)

 10 Do’s

 10 Don’ts

  1. Arahkan statement of purpose dalam satu kesatuan tema utama.
  2. Buatlah contoh konkrit untuk setiap argumen.
  3. Gunakan analogi, quote, pertanyaan, atau cerita menarik sebagai pembuka dari tulisan anda.
  4. Evaluasi terus tulisan anda dan lakukan perbaikan.
  5. Sampaikan informasi dengan jelas dan ringkas.
  6. Sebelum menulis, pilihlah tema utama untuk statement of purpose.
  7. Akhiri tulisan dengan kesimpulan yang mengacu pada tema utama. Jika perlu, tegaskan kembali tema utama dari statement of purpose di bagian akhir.
  8. Buatlah statement of purpose mampu menjelaskan sesuatu yang menjadi minat anda.
  9. Mintalah bantuan teman anda untuk mengevaluasi statement of purpose.
  10. Gunakan juga software untuk mengecek grammar, pengejaan, dan tata-tulis dari statement of purpose anda
  1. Jangan memasukkan informasi yang tidak ada hubungannya.
  2. Jangan kebanyakan bercerita tentang diri anda. (ini bukan autobiografi)
  3. Jangan berpikir membuat pembaca terkesan dengan menggunakan kosakata yang canggih dan “intelek”.
  4. Jangan terlalu banyak beralasan atas kegagalan atau kekurangan anda.
  5. Jangan melebih-lebihkan cerita.
  6. Jangan memulai tulisan dengan kalimat personal seperti “I was born in …”, “My interest is …”, atau “My parents came from …”
  7. Jangan terlalu sering menggunakan kata ganti saya atau kami (“I”, “my”, “me”, “We”, “our”, etc).
  8. Jangan terlalu kaku, tapi juga jangan terlalu personal (yang sedang-sedang saja).
  9. Jangan menggunakan pernyataan yang general atau common sense.
  10. Jangan malas untuk menulis ulang jika menurut anda statement of purpose yang anda buat tidak menarik.

Contoh Statement of Purpose

Setelah panjang menjelaskan, artikel ini akan ditutup dengan beberapa contoh statement of purpose. Anda dapat mempelajari dan menjadikannya referensi ketika membuat statement of purpose. Berikut beberapa link contoh dari statement of purpose:

Setelah paham apa yang mesti dilakukan, waktunya membuat statement of purpose yang dapat membuat kita diterima di perguruan tinggi tujuan. Statement of purpose merupakan salah satu syarat yang dipertimbangkan oleh komite seleksi untuk menerima pelamar. Jadi, persiapkanlah dengan baik dan berusahalah untuk membuatnya se-“menggoda” mungkin. Selamat berjuang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s