Jumlah Peserta GMAT Mengalami Penurunan

penurunan peserta gmat

Mempersiapkan diri mengikut GMAT

Peminat sekolah bisnis di berbagai negara belakangan memang terus meningkat, namun pertumbuhan ini ternyata tidak sejalan dengan jumlah peserta GMAT. Berdasarkan data yang dirilis oleh Graduate Management Admission Council (GMAC), jumlah peserta GMAT mengalami penurunan pada tahun 2014. Hasil ini mengikuti penurunan yang juga terjadi pada 2013.

Di tahun 2014, peserta GMAT mengalami penurunan sebanyak 17% dengan jumlah peserta mencapai 238.356. Penurunan ini terjadi di banyak negara dan penurunan di Amerika Serikat merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Jumlah peserta tes GMAT di Amerika Serikat pada 2014 berada pada angka 19.054 peserta, turun 23% dari tahun sebelumnya. Penurunan tersebut membuat kontribusi Amerika Serikat terhadap GMAT menurun menjadi 38%, sementara pada tahunnya sebelumnya mencapai 41% dari total peserta.

Penyebab Penurunan Peserta Tes GMAT

Salah satu faktor penurunan dari peserta GMAT menurut GMAC adalah penambahan bagian baru pada tes yaitu integrated reasoning section. Bagian tersebut mulai diterapkan pada tahun 2013 dan banyak dianggap meningkatkan tingkat kesulitan GMAT. Pada bagian integrated reasoning, peserta harus menjawab pertanyaan terkait interpretasi grafik, analisis tabel, two-part analysis, dan mutisource reasoning. Meskipun demikian, hasil ini sama sekali tidak menandakan bahwa popularitas GMAT sebagai tes untuk ke sekolah bisnis semakin menurun. Menurut survei yang diadakan GMAC terhadap 469 program MBA, tingkat aplikasi di perguruan tinggi tersebut meningkat lebih dari 60% lewat penggunaan tes GMAT.

Selain faktor tingkat kesulitan yang meningkat, faktor permasalahan ekonomi yang berlangsung di Amerika Serikat dan negara Eropa juga mempengaruhi minat untuk melanjutkan studi ke sekolah bisnis. Seiring dengan membaiknya ekonomi negara barat, GMAC meyakini bahwa jumlah peminat tes GMAT akan mengalami peningkatan karena meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke seolah bisnis.

Minat Kawasan Asia Timur dan Tenggara Terhadap Tes GMAT

Di wilayah Asia Timur dan Tenggara, jumlah peserta tes GMAT mengalami penurunan lebih sedikit dibanding wilayah lainnya. Keduanya berkontribusi terhadap 29,1% dari seluruh peserta tes GMAT di tahun lalu. Kawasan asia tenggara dan timur kini menjadi kawasan terbanyak kedua yang mengikuti tes GMAT setelah Amerika Serikat. Wilayah yang tidak begitu terpengaruh dengan penurunan jumlah peserta tes TOEFL adalah Eropa Barat yang hanya mengalami penurunan sebanyak 6,1%.

Peserta tes GMAT biasanya hanya mengikuti tes sebanyak satu kali. Indikator ini dapat diketahui dari jumlah peserta unik yang mengikuti tes yang mencapai sekitar 80% dari total peserta tes GMAT di dunia. Kawasan Asia Timur dan Tenggara menjadi kawasan peserta yang paling sering mengikuti tes GMAT lebih dari satu kali. Terdapat 67% peserta unik yang berasal dari kawasan Asia Timur dan Tenggara. Berdasarkan hasil tes rata-rata GMAT, kawasan Australia dan Kepulauan Pasifik menjadi kawasan dengan nilai rata-rata GMAT tertinggi dimana wilayah tersebut meraih nilai rata-rata tes 591.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s